1. Pesaing Tradisonal
Semua perusahaan mempunyai target, market share, dan mempunyai pesaingnya masing-masing. Suatu perusahaan membuat produk dan mencoba sebisa mungkin untuk mendapatkan perhatian dari konsumen, dengan cara memberikan beberapa kemudahan seperti diskon dll.
2. Pemain Baru di Pasar
Perusahaan haruslah dapat merekrut pegawai yang memang berpotensi dan dapat dikembangkan skillnya dengan pemberian-pemberian berbagai pelatihan di bidangnya. Apabila suatu perusahaan ingin memasuki bidang kesehatan, maka karyawan haruslah mengerti betul-betul tentang masalah kesehatan. Serta didukung oleh faktor financial perusahaan yang baik.
Hal ini dilakukan apabila perusahaan benar-benar serius untuk memasuki/menjalani kegitan-kegiatan bisnis. Jangan hanya tergantung pada investor dan pemegang saham atau faktor-faktor di luar perusahaan.
3. Produk dan Jasa Pengganti
Perusahaan harus membuat suatu inovasi tentang produknya.
Sebagai contoh perusahaan mobil Honda membuat mobil berbahan bakar (Air+Angin) maka jadilah sebuah kendaraan yang ramah lingkungan. Walaupun mobil ini masih bersifat concept car dan belum di produksi secara massal.
Dari contoh tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Honda tetap menjaga kondisi pasarnya dengan cara membuat strategi jangka panjang dan membuat produk baru yang akan berguna di masa yang akan datang. Hal ini dilakukan hanyalah semata-mata untuk dapat menjaga kestabilitas pasarnya dan tentunya juga menjaga loyalitas konsumen terhadap produk-produk dari Honda.
4. Pelanggan
Perusahaan harus membuat suatu produk/jasa yang ditawakan unik, berbeda serta jauh lebih unggul dari segi kualitas, inovasi, dan teknologi dan sebisa mungkin untuk mengetahui keinginan konsumennya agar dapat memenuhi kebutuhannya, karena konsumen lah yang membuat kegiatan-kegiatan perusahaan itu berjalan.
5. Pemasok
Perusahaan haruslah memiliki banyak jaringan pemasok suatu bahan baku/komponen suatu produk yang akan dibuat. Hal ini dilakukan agar tidak terjadinya monopoli harga yang bisa berpengaruh terhadap harga pokok penjualan suatu produk.
Dengan adanya banyak pemasok ke suatu perusahaan maka perusahaan dapat mengambil harga termurah dari bahan baku/komponen yang ditawarkan pemasok. Dan tentunya dengan tidak mengeyampingkan segi kualitas.