Rabu, 03 Desember 2008

Review Bab III Model Daya Kompetitif Porter (Competitive Forces Model)

1. Pesaing Tradisonal

Semua perusahaan mempunyai target, market share, dan mempunyai pesaingnya masing-masing. Suatu perusahaan membuat produk dan mencoba sebisa mungkin untuk mendapatkan perhatian dari konsumen, dengan cara memberikan beberapa kemudahan seperti diskon dll.

2. Pemain Baru di Pasar

Perusahaan haruslah dapat merekrut pegawai yang memang berpotensi dan dapat dikembangkan skillnya dengan pemberian-pemberian berbagai pelatihan di bidangnya. Apabila suatu perusahaan ingin memasuki bidang kesehatan, maka karyawan haruslah mengerti betul-betul tentang masalah kesehatan. Serta didukung oleh faktor financial perusahaan yang baik.

Hal ini dilakukan apabila perusahaan benar-benar serius untuk memasuki/menjalani kegitan-kegiatan bisnis. Jangan hanya tergantung pada investor dan pemegang saham atau faktor-faktor di luar perusahaan.

3. Produk dan Jasa Pengganti

Perusahaan harus membuat suatu inovasi tentang produknya.

Sebagai contoh perusahaan mobil Honda membuat mobil berbahan bakar (Air+Angin) maka jadilah sebuah kendaraan yang ramah lingkungan. Walaupun mobil ini masih bersifat concept car dan belum di produksi secara massal.

Dari contoh tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Honda tetap menjaga kondisi pasarnya dengan cara membuat strategi jangka panjang dan membuat produk baru yang akan berguna di masa yang akan datang. Hal ini dilakukan hanyalah semata-mata untuk dapat menjaga kestabilitas pasarnya dan tentunya juga menjaga loyalitas konsumen terhadap produk-produk dari Honda.

4. Pelanggan

Perusahaan harus membuat suatu produk/jasa yang ditawakan unik, berbeda serta jauh lebih unggul dari segi kualitas, inovasi, dan teknologi dan sebisa mungkin untuk mengetahui keinginan konsumennya agar dapat memenuhi kebutuhannya, karena konsumen lah yang membuat kegiatan-kegiatan perusahaan itu berjalan.

5. Pemasok

Perusahaan haruslah memiliki banyak jaringan pemasok suatu bahan baku/komponen suatu produk yang akan dibuat. Hal ini dilakukan agar tidak terjadinya monopoli harga yang bisa berpengaruh terhadap harga pokok penjualan suatu produk.

Dengan adanya banyak pemasok ke suatu perusahaan maka perusahaan dapat mengambil harga termurah dari bahan baku/komponen yang ditawarkan pemasok. Dan tentunya dengan tidak mengeyampingkan segi kualitas.

Review Bab II : E-Business Global : Bagaimana Bisnis Menggunakan Sistem Informasi

Proses bisnis merupakan serangkaian kegiatan untuk menggabungkan produk, mengecek kulitas, membuat tagihan bahan baku, mengenali pelanggan, menjual produk, mengelola akun kas, opersaional perusahaan dll.

Sistem informasi dapat merubah paradigma perusahaan untuk dapat menjalankan suatu kegiatan bisnis dari cara kuno menjadi cara serba digital. sistem informasi dapat digunakan dalam bidang pemasaran, pengambilan keputusan, inovasi-inovasi pada suatu produk, laporan keuangan, mengelola system manajemen hubungan dengan pelanggan, pegawasan terhadap setiap kegiatan perusahaan, dan lebih cepat mendapatkan infomasi dari internal dan eksternal perusahaan.

Dengan adanya system informasi perusahaan dapat menjalankan aktivitas operasionalnya lebih terarah dan kesannya bersifat lebih instant. System informasi yang digunakan oleh suatu perusahaan biasanya digunakan untuk memudahkan perusahaan utnuk memasarkan produknya dan lebih mengetahui secara lebih terperinci keinginan konsumen.

Perusahaan harus bisa lebih memanjakan konsumen yaitu dengan cara membuat system informasi, dengan adanya system informasi, maka konsumen dapat lebih mudah mengakses suatu situs dari perusahaan tersebut dimana saja dan kapan saja selama 24jam. Hal itu membuat para konsumen dapat mengetahui produk apa yang ditawarkan oleh prosuatu perusahaan dan dapat melihat karakteristik suatu produk. Secara tidak langsung perusahaan sudah melakukan promosi terhadap produknya. Apabila pelanggan kurang jelas dalam memahami dan melaporkan kekurangan produk yang ditawarkan perusahaan tersebut, maka perusahaan tersebut menyediakan beberapa fasilitas pelayanan konsumen, sehingga apabila konsumen merasa nyaman pada suatu perusahaan, maka konsumen akan loyal kepada perusahaan tersebut.

Dengan adanya system infomasi, perusahaan dapat meramalkan suatu kondisi pasar untuk 5 tahun kedepan. Dengan kata lain para top management menggunakan system infomasi ini untuk melihat kejadian yang akan datang dan membandingkannya dengan kejadiaan saat ini.

Tapi secara lebih terperinci system informasi dapat juga di terapkan dalam suatu organisasi. Organisasi juga menggunakan system informasi untuk lebih meratakan suatu struktur organisasi. Hal ini dilakukan untuk bisa lebih menghemat biaya dan lebih bisa menciptakan suatu komunikasi yang baik antara departemen, dengan departemen yang lain agar dapat terciptanya efesiensi kerja

Membangun system informasi memang membutuhkan biaya yang besar. Namun hal itu tak sebanding dengan dampak penghematan yang besar dan efesiensi kerja yang didapatkan. Semua yang kegiatan baik dari dalam perushaan (opersaional) maupun dari luar perusahaan (penjualan) menggunakan system informasi. System infomasi juga membuat perusahaan dapat lebih meningkatkan profitnya.

Dalam suatu perusahaan yang besar,system informasi merupakan menu wajib yang harus ada pada setiap perusahaan. System infomasi sangat membantu perusahaan pada saat era globalisasi ini.